23 Jun 2009

Peristiwa tak terlupakan

Sebagai bahan introspeksi diri...
Setiap orang dalam mengarungi hidup ini pasti pernah mengalami suatu pengalaman yang tak pernah terlupakan, baik pengalaman itu berkaitan dengan diri sendiri atau ketika bersama keluarga bahkan mungkin juga pengalaman yang dialami secara bersama-sama dalam suatu peristiwa. Entah itu pengalaman manis maupun pengalaman buruk dalam hidup ini. Begitu juga dengan salah satu pengalaman hidup yang pernah saya alami sewaktu menjadi panji klantung alias luntang-lantung kesana kemari alias sewaktu masih nganggur, sampai kini tak pernah saya lupakan. Pengalaman itu terjadi saat saya sedang menunggu-nunggu panggilan untuk keberangkatan bintal sebagai salah satu syarat menjadi karyawan perusahaan BUMN. Ketika itu ada dua orang yang datang kerumahku dengan bersusah payah untuk menemukan alamat rumahku. Setelah bertanya berkali-kali kepada orang yang dijumpai, akhirnya sampai juga orang tersebut ke rumahku dan memberitahu bahwa BINTAL akan dilaksanakan besuk dan wajib datang di tempat bintal tepat waktu. Saat itu perasaaan gembira, gemetar dan juga sedikit gugup bercampur menjadi satu ( 3 in 1 ). Kini peristiwa itu telah berlalu bertahun-tahun yang lalu namun kenangan itu tetap menghunjam dalam hatiku. Siapa gerangan yang menggerakkan hati kedua orang tersebut untuk menemuiku dan mengabarkan bahwa dirinya telah mendapat telegram dan harus berangkat besuk paginya untuk bintal. Padahal untuk menuju kerumahku jarak yang harus ditempuh kurang lebih 15 km dari rumah orang tersebut. Kenapa mereka berdua mau bersusah payah memberitahu tentang akan dimulainya bintal? Apa jadinya bila mereka berdua hanya memikirkan diri mereka sendiri ? Tentu seleksi demi seleksi yang telah saya jalani dengan susah payah akan terasa menyakitkan bukan? Siapa yang menggerakkan hati mereka berdua untuk mengabarkan perihal bintal tersebut kepada saya? Dan singkat cerita, keesokan harinya berangkatlah kami menuju ketempat bintal. Peristiwa ini telah bertahun-tahun berlalu dan tak seorangpun tahu, kecuali Allah Yang Maha Tahu, diriku dan kedua sahabatku itu. Kini setiap kali aku teringat peristiwa itu, hanya doa dan doa yang kupanjatkan dengan setulus hati, agar mereka berdua senantiasa mendapat limpahan rohmat dan hidayah serta lindungan dari Allah Tuhan Yang Maha Melindungi. Berkah ilmu dan rezekinya. Amiiin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar